SMK didirikan dalam rangka memberantas kebodohan dan kemiskinan masyarakat desa melalui pendidikan kejuruan oleh karenanya, tak jarang SMK dijuluki Sekolah Memberantas Kemiskinan. Namun sayangnya, pemahaman mengenai SMK semakin bergeser. Beberapa tahun belakangan ribuan lulusan SMK berbondong-bondong meninggalkan desa ke kota untuk mencari pekerjaan akibatnya, desa kehilangan putra-putrinya. Demikian penjelasan awal Gus Marlock dalam Workshop SMK Mbangun Desa di SMK Muhammadiyah Wonosari, Senin (10/5).
“SMK Muhammadiyah memiliki potensi yang besar untuk menyukseskan SMK Mbangun Desa. Tanah yang luas, guru yang berasal dari desa, lokasinya ada di desa, anaknyapun dari desa. Seharusnya, potensi ini mampu dikembangkan untuk membangun pusat industri dari desa, oleh desa dan untuk kemakmuran desa. Tentunya hal ini bisa dimulai dari lulusan SMK.” paparan Direktur Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI).
Gus Marlock telah memberikan contoh beberapa inovasi yang dapat dilakukan seperti menanam wortel di botol bekas, membuat tiwul berbagai isi dengan ukuran kecil, dan olahan tongkol kaleng. Ia mendorong sekolah Muhammadiyah agar memiliki badan usaha milik sekolah untuk menjadi mitra badan usaha milik desa.
“Ubahlah pola pendidikan SMK, tidak lagi berorientasi memiliki kompetensi tetapi juga memiliki kapabilitas. Kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan, sedangkan kapabilitas adalah kemampuan untuk menghasilkan. Saat anak-anak lulusan SMK memiliki kemampuan untuk menghasilkan, ia akan menjadi anak-anak yang mencintai tanah kelahirannya, mengembangkan desanya dengan membangun industri-industri sesuai kemampuannya. Nantinya, produk-produk desa mampu memutar perekonomian Indonesia ”
Workshop dalam rangka SMK Muhammadiyah Mbangun Desa diikuti oleh perwakilan dari seluruh SMA/SMK Muhammadiyah se-Gunungkidul. Dihadiri oleh Ketua Dikdasmen PDM Gunungkidul Bapak Drs. Tamsir, M.Pd., yang dalam sambutannya disampaikan daya juang yang tinggi adalah nilai tambah guru-guru Muhammadiyah. Daya juang ini harus terus dipertahankan untuk menciptakan inovasi-inovasi yang akhirnya mampu menciptakan kader-kader Muhammadiyah yang berguna bagi masyarakat sekitarnya.