1. OSRAM

OSRAM(obrolan seputar ramadhan)merupakan Salah satu rangkaian dari aksi ramadhan yang dilaksanakan SMK Muhammadiyah Wonosari,Selasa(15/5/2018). Acara ini diikuti oleh semua warga SMK Muhammadiyah Wonosari dengan dihadiri ust.Junindra Rahmad S.Pd.I sebagai pembicara pengajian.Materi pengajian yang disampaikan yaitu menyambut ramadhan dengan meningkatkan ketaqwaan dengan hal-hal positif,mengajak setiap Muslim untuk menegakkan ajaran dalam Islam sebagai Mana mestinya Dan belajar dari pengalaman kisah kisah orang terdahulu seperti Nabi Muhammad SAW Dan Bilal bin robbah.Tujuan dari acara ini adalah untuk membekali siswa siswi smk Muhammadiyah Wonosari dalam menyambut bulan ramadhan.Kegiatan inipun berjalan dg lancar melihat antusias dari semua warga SMK yang mengikuti acara ini.

  • Grebek Ramadan

Grebek Ramadan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Wonosari pada saat Bulan Ramadan tiba.  Kegiatan ini berupa Kedai Takjil yang diadakan di Depan Alun-alun Pemda Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2018. Sebanyak 1000 takjil diberikan secara gratis kepada pengunjung yang datang. Masyarakat sekitar sangat antusias menyambut kegiatan ini. Kegiatan ini diikuti oleh IPM dan guru-guru SMK Muhi Kanada. Pada kesempatan ini, Komite SMK Muhammadiyah Wonosari, bapak Bambang Setiawan turut berpartisipasi meramaikan kegiatan berbagi takjil. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari beliau dan diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

  • Pondok Ramadan

Kegiatan pondok Ramadan adalah serangkaian kegiatan pesantren kilat yang diikuti siswa kelas XI yang bertempat di SMK Muhi Kanada selama 3 hari 2 malam. Kegiatan ini terdiri dari beberapa kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa siswa-siswi SMK Muhi Kanada.

Otalanka adalah Obrolan Menjelang Buka Puasa yang diikuti seluruh siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah Wonosari pada tanggal 1 Juni. Otalanka ini diadakan bersamaan dengan adanya pondok Ramadhan yang diadakan pada tanggal 1 sampai 3 Juni, dengan tema Antara Islam, Cinta dan Cita-cita. Bertujuan untuk memotivasi para siswa agar dapat menyeimbangkan agama, cinta dan cita-cita agar tidak ada yang dikorbankan terutama agama, yang dipandu oleh ustad Hasanudin S.Pd.I. Para siswa mengikutinya dengan sangat antusias apalagi yang dibahas tentang cinta.

  • Da’I Hijrah

SMK Muhamadiyah Wonosari mengadakan da’i hirah di setiap tahun yakni pada bula rahmadan dimana yang di targetka mengikuti kegiatan ini adalah anak kelas X.kegiataan tahunan ini sudah di lasanaka sejak lama dan kegiatan seperti ini seringkali mendapat apresiasi dari mayarakat yang tempatnya yang di datangi oleh para da’i.Karna mereka bisa membantu masyarkat sekitar khususnyaremaja mesjid dalam mengajar TPA dan lain sebagainya.

Dengan kegiatan da’i hijrah siswa Smk Muh Wonosari dituntut untuk bisa berbaur dengan masyarakat khususnya anak-anak dan remaja masjid. Kegiatan da’i hijrah biasanya dilaksanakan selama 5 hari, dengan peserta 5 orang yang terbagi dalam beberapa kelompok. Dalam kegiatannya para da’i dari Smk Muh Wonosari adalah membantu remaja masjid setempat untuk mendidik anak-anak Tpa, para da’i biasanya mengajarkan do’a sehari-hari dan nyanyian yang berisi pelajaran islam. Para da’i juga tidak hanya mengajar, namun mereka juga mendapatkan tambahan ilmu dari para remaja masjid setempat. Disamping itu semua para da’i juga dituntut untuk aktif dalam kegiatan lingkungan yang mereka tempati.

Dalam proses dai hijrah anak anak di tuntut untuk selalu terbiasa dengan linkungan yang berbeda dari lingkunganya.Dimana ada lingkungan sosial yang banyak mencakupi seluruh aspek kehidupan.

Dalam Beberapa hari terakhir kami telah mendatangi beberapa tempat yang di adakan dai yakni di Ponjong dan Semanu. Dari tempat tersebut kami telah mendapatkan bebrapa informasi tentang kegiatan yang di laksanakan oleh para siswa di tempat dainya.informasi yang pertama kita dapatkan dari sektor ponjong yang mana bertempat di masjid baitul hikma  umbelrejo wirik,ponjong informasi ini kami dapat dari hasil wawancara,bahwasanya masyarakat sangat tebuka dengan adanya dai hijrah ini,hal yang pertama di lakukan oleh para dai adalah perkenlan dengan masyrakat sekitar dan mulai dengan bersosialisasi setelah itu para dai melanjutkan dengan bersih-bersih dan mengajar tpa serta bagi yang laki laki biasnya azan kadang juga mereka menjadi imam.

Merek sangat antusias dengan adanya kegiatan ini karna menurut salah satu anak yang di tanyai bahwa dai ini membuat mereka bisa bersosialisai dan juga bisa melatih mental mereka keluh kesanya sebenarnya lebih mengarah kepada mengajar tpa itu sendiri di karenakan anak anak yang susah di atur.kemudian tempat kedua yang kami kunjungi adalah daerah semanu,lebih tepatnya di Masjid Almaun pacar rejo jetis wetan informasi yang kami dapatkan hampir sama namun yang membedakan hanylah peserta dai yang di sektor semanu yakni semuanya  adalah perempuan.mereka juga melaksanakan kegiatan yang ada di tempat dai sebenarnya hampir sama cuman kadang dorongan dari remaja mesjidnya sendiri yang bisa dibilang kurang . Dari semua info yang kami dapatkan  bahwa hal positif dari adanya dai hijrah adalah melatih mental mempunyai jiwa sosoal dan mencari pengalam baru yang ada di luar lingkungan mereka ,namun di balik semua itu ada tantangan yang harus di hadapi yang dalam proses mengajar mereka haru sabar dalam mengajar anak anak kecil yang sangat susah untuk di atur dan juga dari sdm yang ada di daerah tersebut masih sangat kuarang.semoga info yang kami berikan dapat bermanfaat bagi teman teman.